EKSISTENSI SONGKET MASA KINI
Perkembangan
mode dan gaya berpakaian masa kini juga cepat berkembang. Lalu tidak jarang
pula perkembangan gaya berpakaian mengikuti musim, seperti musim panas, gaya
pakaian musim gugur, mode pakaian pada bulan ramadhan juga sangat berbeda
dengan hari-hari biasanya. Semakin cepat perubahan dalam gaya berpakaian maka semakin
modern pakaian tersebut. Hal ini membuat pakaian atau gaya pakaian tradisional
akan semakin ditinggalkan karena peminatnya yang semakin berkurang.
Pakaian tradisional seperti songket, pada masa kini semakin kurang peminatnya. Orang- orang mulai beralih ke sesuatu yang lebih praktis dan mudah. Mereka lebih memilih membeli pakaian langsung jadi dari pada membeli kain songket yang mana kain songket harus di bawa dulu ke tukang jahit untuk di jahit. Hal ini dikarenakan pengerajin kain songket biasanya hanya menjual kain songket dalam bentuk kain utuh bukan dalam bentuk pakaian jadi.
Akan tetapi
kita tidak bisa menutup mata dari inovasi-ivovasi yang dapat dibuat dari kain
songket. Para pengerajin songket biasanya membuat berbagai hal yang dapat
dibuat dengan kain songket, seperti aksesoris, tas sepatu dan lain sebangainya.
Contohnya para pengerajin songket yang ada di Desa Kubang Tangah, mereka
membuat berbagai aksesoris seperti bros cantik, anting-anting dari kain
songket, tas, dan lain sebagainya. Inovasi dalam penggunaan kain songket juga
perlu, disamping itu para pengerajin songket ini tetap menjual kain songket
dalam bentuk utuh dan dapat di pesan dengan langsung ke Desa Kubang Tangah sendiri
atau di tempat-tempat yang menjual kain songket Desa Kubang Tangah.
Jadi kesimpulannya
eksistensi kain songket sudah berkurang seiring dengan perkembangan mode
pakaian saat ini. Tetapi kain songket
tetap mendapat hati dimata para penggemarnya,kain songket tidak digunakan
sebagai pakaian sehari-hari. Hal ini dikarenakan harganya yang cukup mahal
serta kualitas dari proses pembuatannya yang manual membuat kain songket sangat
spesial.





0 komentar