Dampak Covid-19 terhadap pengerajin songket di Desa Kubang Tangah
Munculnya Corona Virus Disease 2019 atau
yang lebih dikenal dengan covid-19 membawa
dampak yang sangat besar terhadap dunia. Hampir seluruh dunia terimbas oleh
dampak yang ditimbulkan dari munculnya covid-19 ini. Pada 3 maret 2020
terkonfirmasi ada 72 negara yang melaporkan kasus covid-19 di Negara tersebut.
Negara Indonesia sebagai salah satu Negara yang terkena pandemi
covid-19 ini membuat banyak aturan-aturan yang di terapkan dalam rangka menghambat
atau memutus mata rantai penyebaran virus corona ini. Tetapi tidak dapat
dipungkiri dengan adanya pandemi covid-19 di tambah lagi dengan sejumlah aturan
yang di terapkan oleh pemerintah bukan berarti tidak ada dampaknya sama sekali.
Desa Kubang Tangah yang ada di kota Sawahlunto merupakan salah satu
desa yang juga terkena dampak covid-19. Terutama bagi para pengerajin songket
yang ada di desa ini. Masyarakat desa yang berprofesi sebagai pengerajin
songket sulit menjual hasil songketnya. Akibatnya kain-kain songket tersebut
hanya menumpuk dan tidak bisa di jual karena tidak ada yang membeli atau
sedikit yang membeli.
Dikarenakan kain songket yang belum terjual, maka pengerajin songket
tidak bisa mengembalikan modal lagi untuk membeli bahan , seperti benang, dll. Sedangkan
di masa pandemi seperti sekarang ini harga benang untuk songket mengalami
kenaikan tetapi untuk penjualan kain songketnya mengalami penurunan. Maka dari itu beberapa pengerajin terpaksa
menghentikan produksi kain songketnya sementara sampai beberapa kain songketnya
dapat terjual sehingga mereka dapat membeli benang lagi untuk membuat songket
kembali.




0 komentar