Manusia merupakan makhluk sosial, karenanya manusia selalu yang
membutuhkan orang lain dan tidak pernah lepas hubungannya dengan orang lain. Hubungan
ini membutuhkan interaksi, interaksi yang semakin lama semakin berkembang antara
individu, selanjutnya membentuk kelompok yang di dasari atas kepentingan yang
sama.
Dewasa ini, keberadaan kelompok atau komunitas di tengah-tengah
masyarakat memang sangat penting. Kelompok disebut juga sebagai penyeimbang dan
penyempurna struktur yang ada dalam masyarakat. Kelompok biasanya terbentuk atas kepentingan yang sama dan memiliki
hubungan yang erat antar anggota sehingga timbul perasaan bersama antar anggota
kelompok.
Di kota Sawahlunto, tepatnya di Desa Kubang Tangah terdapat suatu
kelompok yang berpusat pada kegiatan yang sama yaitu bertenun. Kelompok ini
bernama “BAGONSE” yang merupakan singkatan dari “Batu Nan Godang dan sekitarnya”.
Pengambilan nama ini didasarkan dari nama dusun tempat pera pengerajin songket
tinggal atau berasal.
Pada awalnya para pengerajin songket di Desa Kubang tangah hanya
memproduksi songket sendiri-sendiri atau belum ada kelompoknya. Lalu pada 1 September
2016 di bentuk kelompok pengerajin songket yang mana pada awal terbentuknya
masih beranggotakan 15 orang. Sejak awal berdirinya kelompok bagonse ini aktif
pada banyak kegiatan seperti pameran, parade busana pada saat ulang tahun kota,
dan lain sebagainya.
Kelompok tenun bagonse saat ini mengalami penambahan jumlah anggota yang
mana pada awalnya hanya beranggotakan 15 orang sekarang bertambah menjadi 21
orang dan tidak ada anggota yang keluar dari kelompok. Pertambahan dan
peningkatan ini tidak lepas dari peran setiap anggota untuk terus belajar bersama-sama
dan terus meningkatkan kualita dan ciri khas dari songket Desa Kubang Tangah
itu sendiri.
apabila tertarik dengan songket desa kubang tangah, silahkan tinggalkan komentar
😊terimakasih😊

Munculnya Corona Virus Disease 2019 atau
yang lebih dikenal dengan covid-19 membawa
dampak yang sangat besar terhadap dunia. Hampir seluruh dunia terimbas oleh
dampak yang ditimbulkan dari munculnya covid-19 ini. Pada 3 maret 2020
terkonfirmasi ada 72 negara yang melaporkan kasus covid-19 di Negara tersebut.
Negara Indonesia sebagai salah satu Negara yang terkena pandemi
covid-19 ini membuat banyak aturan-aturan yang di terapkan dalam rangka menghambat
atau memutus mata rantai penyebaran virus corona ini. Tetapi tidak dapat
dipungkiri dengan adanya pandemi covid-19 di tambah lagi dengan sejumlah aturan
yang di terapkan oleh pemerintah bukan berarti tidak ada dampaknya sama sekali.
Desa Kubang Tangah yang ada di kota Sawahlunto merupakan salah satu
desa yang juga terkena dampak covid-19. Terutama bagi para pengerajin songket
yang ada di desa ini. Masyarakat desa yang berprofesi sebagai pengerajin
songket sulit menjual hasil songketnya. Akibatnya kain-kain songket tersebut
hanya menumpuk dan tidak bisa di jual karena tidak ada yang membeli atau
sedikit yang membeli.
Dikarenakan kain songket yang belum terjual, maka pengerajin songket
tidak bisa mengembalikan modal lagi untuk membeli bahan , seperti benang, dll. Sedangkan
di masa pandemi seperti sekarang ini harga benang untuk songket mengalami
kenaikan tetapi untuk penjualan kain songketnya mengalami penurunan. Maka dari itu beberapa pengerajin terpaksa
menghentikan produksi kain songketnya sementara sampai beberapa kain songketnya
dapat terjual sehingga mereka dapat membeli benang lagi untuk membuat songket
kembali.

tertarik pada songket desa kubang tangah kota sawahlunto ?? silakan tinggalkan pesan di kolom komentar :)
😊terima kasih😊
Songket adalah jenis kain tenunan tradisional rumpun Melayu di Indonesia, Malaysia, dan Brunei. Songket
digolongkan dalam keluarga tenunan brokat. Songket ditenun dengan tangan
menggunakan benang emas dan perak. Benang logam
metalik yang tertenun berlatar kain menimbulkan efek kemilau cemerlang. Pada
umumnya, songket dikenakan pada acara-acara resmi (WIKIPEDIA).
Untuk kota sawahlunto sendiri, ada banyak tempat yang
warga masyarakatnya memproduksi songket. Apalagi sudah ada yang terkenal
seperti songket Silungkang. Meskipun begitu kita tidak bisa menutup mata dengan
songket-songket lain yang ada yang juga butuh perhatian kita bersama. Seperti songket
yang ada di desa kubang tangah ini misalnya.
Songket yang di produksi di Desa Kubang Tangah sendiri
tidak jauh berbeda dari banyak songket lainnya di Indonesia. Meskipun begitu
setiap daerah pasti memiliki keunikan-keunikan tersendiri yang membuat mereka
berbeda dengan daerah lainnya. Begitupun dengan songket yang ada di Desa Kubang tangah ini, penuh dengan nilai-nilai
kearifan lokal yang menarik untuk di ketahui.
Berminat dengan songket kubang tangah?? bisa tinggalkan pesan di kolom komentar
😊Terimakasih😊